Ngobrol Proyeksi Investasi Di Indonesia Bareng Fundtastic

fundtastic

Bagaimana perkembangan investasi di Indonesia dan apa yang perlu dipahami oleh pemula dalam berinvestasi?


Kamis (22/08/2019) - Investasi di Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun, contohnya pada industri reksa dana. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan per akhir 2018, industri reksa dana mengalami pertumbuhan dana kelolaan lebih dari 2 kali lipat dalam 4 tahun terakhir. Jumlah investor di reksa dana pun juga meningkat signifikan menjadi 995 ribu investor. Akan tetapi, apakah nilai tersebut sudah dapat dikatakan bagus?


Nyatanya, per akhir 2018, jumlah investor reksa dana tersebut baru mencapai 1,8% terhadap total populasi masyarakat kelas menengah di Indonesia. Bahkan, angka jumlah investor tersebut bila dibandingkan dengan total populasi penduduk di Indonesia hanyalah 0,4%. Miris, bukan?


Investasi Mudah Dimulai dari yang Sederhana


FUNDtastic kembali mengadakan talkshow “We Dare You to Have an Experience at #10YearsChallenge of Investment“ di SYNRGY Innovation Hub, Jakarta. Acara yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Agustus 2019 ini berkolaborasi dengan Indogold dan Invisee membahas tentang proyeksi investasi di Indonesia. Para pembicara berbagi dari berbagai perspektif, mulai dari perencanaan keuangan, investasi emas, maupun reksa dana.


Menurut Pak Franky dari FUNDtastic, investasi harus dimulai dari hal yang paling dasar dan penting, yaitu mengatur keuangan pribadi. “Jangan sampai kita investasi tapi sebenernya uang kita masih berantakan,“ kata Pak Franky. Perencanaan merupakan hal yang perlu dilakukan pada saat kita mulai investasi. “Investasi tanpa perencanaan yang baik akan membuat investasimu tidak berjalan dengan baik,“ tambahnya.


Para peserta sangat antusias dalam menanggapi talkshow ini. Mereka bertanya tentang memulai investasi untuk pemula. Pak Eri menyampaikan, “Kalau kamu tidur tapi deg-degan sama progress investasimu, ya berarti investasi itu nggak cocok buat kamu.” Kita harus menentukan tujuan keuangan dengan jelas supaya kita dapat memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita, tuturnya. “Untuk pemula, kamu dapat mulai dengan investasi reksa dana maupun emas, karena sekaran dengan online platform yang tersedia, kamu dapat bertransaksi mulai dari 10 ribu saja,” tambah Pak Amri dari Indogold. Investasi itu mudah dan sederhana, bahkan bisa dimulai dari nominal yang kecil. “Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bisa investasi,” tambah Pak Amri.


Mulai melakukan investasi sejak dini cukup menjanjikan. Tidak hanya akan memiliki masa depan yang cerah, tapi juga membebaskan diri dari hal keuangan. Emas dan deposito menjadi kedua hal yang paling mudah untuk dilakukan oleh para millennial dalam berinvestasi.