OJK: Peraturan Dibuat Bukan Untuk Menghambat Tapi Untuk Melindungi

23Jul2019

Mau tahu lebih jelas regulasi-regulasi yang dibuat oleh pemerintah untuk startup fintech?


Selasa (23/07/2019) - Di hari kedua Bootcamp, para startup akan lebih membahas mengenai Compliance & Regulation. Dibuka oleh Sukan Makmuri (CTOO Uang Teman). Mengangkat pembicaran mengenai regulasi terhadap industri fintech, Sukan Makmuri menjelaskan bahwa peraturan dibuat untuk melindungi orang-orang yang seharusnya mendapatkan layanan.


OJK hadir untuk mensosialisasikan regulasi sehingga setiap perusahaan bisa mendapatkan layanan yang sama. Sebagai startup fintech, Sukan menyarankan untuk startup bisa menanyakan berbagai hal yang dibutuhkan kepada OJK mengenai apa yang bekerja terhadap startup dan apa yang tidak.


Untuk lebih dalam mengetahui pengaturan dan pengembangan bagi startup fintech, Bintang Prabowo dari OJK hadir untuk secara langsung menjelaskan mengenai perkembangan fintech lending. Sudah terdata bahwa ada 113 startup fintech yang sudah terdaftar dan memiliki izin di OJK. Bintang Prabowo membagikan bahwa kini OJK memiliki cara baru dalam menilai perizinan startup fintech. salah satunya dengan ujian media sosial. Dimana OJK akan melihat dan menilai media sosial startup tersebut selama 3-4 hari.


Untuk memperdalam peraturan dan pengembangan yang dibutuhkan oleh para startup, maka masing-masing startup diberi kesempatan untuk bertanya lebih dalam secara one-on-one kepada para mentor. Di hari ini mentor yang mendampingi kedelapan startup adalah Agung (KontrakHukum), Joi Terkelin Sembiring (BCA-SKMR), Indrawan Gomer (BCA-SKES), Yohana Natalina (BCA-SKES), dan Andre Wijaya Pujianto (BCA-SKES).


Dengan talks dan mentoring mengenai Compliance & Regulation ini, diharapkan para startup fintech yang terpilih dapat lebih mengerti dan bisa mengembangkan startup secara efektif sesuai dengan peraturan yang ada.