Belajar Membuat Perencanaan Keuangan Melalui Investasi

8Jul2019

Perencanaan keuangan adalah bagian tak terpisahkan dari perencanaan hidup

Melakukan perencanaan keuangan dalam bentuk investasi yang baik dan jelas merupakan hal yang sering terlewatkan dalam penyusunan rencana hidup bagi banyak orang. Beehive Drones dan Rintisan.ID, member SYNRGY Innovation mengadakan Talkshow yang bernama “Investment 101”, pada 8 Juli 2019 lalu. Acara ini menghadirkan Alexander Rahardjo (Financial Advisor GRANDvision) dan Ervin Kusuma Winata (Founder RuangSaham), sebagai pemberi materi dan pelaku investasi di pasar saham Indonesia.


Dalam talkshow ini, Alex menceritakan bagaimana keputusannya untuk melakukan investasi pada pasar saham dilatarbelakangi oleh iklim hidup di Indonesia yang cenderung tidak berpikir jauh mengenai kondisi hidup di masa depan. Di masa milenial ini, kesadaran untuk melakukan investasi masih didasari pada kemungkinan untuk mendapatkan untung dengan cara cepat dan mudah. Alex justru melihat bahwa cara pandang ini adalah sesuatu yang keliru dikarenakan dua hal mendasar, yaitu: melakukan perencanaan keuangan, lebih khususnya perencanaan investasi, tidaklah mudah maupun cepat. Ditambah, melakukan investasi seharusnya diarahkan untuk mendapatkan keamanan finansial di masa yang akan datang.


Berdasarkan data yang Alex siapkan, perencanaan investasi yang baik baru akan terbukti pada saat seseorang telah tiba di masa pensiun. Opini yang masyarakat miliki saat ini adalah negara akan memberikan bantuan berupa jaminan sosial dan masa pensiun. Pada kenyataannya, menurut PP No. 46 tahun 2015 tentang penyelenggaraan program jaminan hari tua (JHT), uang yang dibayarkan adalah 5.7% dari penghasilan bulanan.


Opini lain yang muncul pada masyarakat di Indonesia adalah orang yang sudah pensiun dapat terus bekerja sehingga tidak tergantung pada orang lain. Pada kenyataannya, tidak semua orang bisa melanjutkan bekerja pada masa pensiun dikarenakan tuntutan yang terus berkembang dan kondisi fisik dan pikiran yang juga menurun.


Oleh karena itu, Alex menuturkan bahwa tanpa perencanaan investasi yang baik, kondisi kehidupan orang pada masa pensiun akan mengalami penurunan. Sederet permasalahan akan menanti pada saat gaya hidup yang dinikmati selama bertahun-tahun berubah dengan cepat.


8Jul2019

Investasi memiliki berbagai macam sumber dengan berbagai tingkat resiko. Biasanya, besarnya resiko sebanding dengan besarnya keuntungan yang bisa didapatkan. Adapun hingga saat ini, masih terdapat asumsi bahwa investasi konvensional seperti deposito atau reksadana aman dari kerugian. Padahal, investasi reksadana pun memiliki tingkat resiko yang berbeda-beda. Pengetahuan tentang investasi inilah yang ditekankan untuk bisa dimiliki sedini mungkin. Alex sendiri melakukan investasi di pasar saham setelah menilai kondisi umur dan pendapatannya sesuai dengan resiko yang akan dihadapi.


GRANDvision, perusahaan yang dimana Alex menjadi bagian, memang berfokus untuk memberikan edukasi untuk perencanaan keuangan hingga menyusun perencanaan keuangan aktual.

Strategi untuk melakukan investasi di pasar saham

Melanjutkan diskusi yang dimulai oleh Alex, Ervin Kusuma Winata (Founder dari RuangSaham), menjabarkan bahwa untuk melakukan investasi yang menguntungkan tidaklah mudah dan harus melalui perjalanan yang berliku. Dirinya pun mengalami kerugian pada awal memulai investasi pada pasar saham. Bagaimanapun, sudah terdapat berbagai strategi yang berbeda-beda dalam melakukan investasi di pasar saham. Hal ini berdasarkan kebutuhan investasi yang berbeda-beda, sehingga pendekatan yang dilakukan menjadi unik.


Yang menarik, harga saham dari perusahaan yang selama ini terlihat sulit ditebak, sebenarnya bisa diramal dengan melihat laporan keuangan dari sebuah perusahaan. Ervin menuturkan bahwa portofolio sebuah perusahaan adalah hal yang harus dicermati pada saat membeli saham.


Selain laporan keuangan, Ervin memberikan saran untuk menentukan dan bisa diperiksa sebelum melakukan transaksi pembelian saham, yaitu: belilah saham dari perusahaan yang kita pahami produknya dan bidangnya; beli saham dari perusahaan yang menjual consumer goods; belilah saham dari perusahaan dengan growth yang naik; belilah saham perusahaan BUMN; belilah saham dari perusahaan yang memproduksi barang yang dibutuhkan secara terus menerus seperti pertambangan, minyak sawit, dan oil and gas.


Sebagai seseorang yang memiliki pengalaman menjadi trader saham, Ervin menekankan penting nya memiliki pola pikir yang tepat yang kemudian diterjemahkan menjadi sebuah trading plan. Terdapat trader yang melakukan investasi berdasarkan perubahan nilai saham perbulan, perminggu, perhari, hingga per jam. Adapun terdapat berbagai jenis investor dalam pasar saham.


Dia mengakui bahwa antara jenis-jenis investor, dia cenderung mengkategorisasi dirinya menjadi growth investor, yaitu investor yang mencari saham dengan melihat perusahaan yang sedang berkembang dan dengan tren saham yang naik.


Pada akhir sesi, Ervin berkata bahwa teori tidaklah selalu sesuai dengan kenyataan. Ervin lebih lanjut menjelaskan bahwa dengan memiliki skill set yang tepat, investasi bisa dijaga keamanannya. Maka Ervin pun mengajak para peserta talkshow untuk memulai membangun pengetahuan di bidang investasi dan memulai melakukan investasi demi amannya kondisi finansial di masa depan.