Kepemimpinan Jadi Hal Utama Membangun Startup

24Jun2019

Intip kegiatan dan keseruan para startup mengikuti hari pertama Bootcamp SYNRGY Accelerator

Senin (24/06/2019)Financial Technology (Fintech) merupakan bisnis yang cukup matang di Indonesia, dimana akan terus berkembang dan memiliki potensi yang besar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa dikatakan hasil dari bisnis fintech itu sendiri. Indonesia kini menjadi salah satu negara terbesar di Asia Tenggara dimana banyak pebisnis yang menjadikan Indonesia sebagai target utama mereka.


SYNRGY Accelerator hadir sebagai program akselerasi yang dapat membantu startup-startup lebih berkembang dengan memiliki kesempatan untuk mendapatkan akses dan jaringan partner yang lebih luas. Setelah Kick Off yang telah dilaksanakan minggu lalu, Senin (24/07), menjadi hari pertama kedelapan startup terpilih mengikuti SYNRGY Bootcamp.


Bootcamp dimulai dengan pembukaan dari Nicole Yap (Vice President Digitaraya), yang mengajak startup-startup benar-benar menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin. Melalui jaringan Digitaraya, Nicole menjelaskan bahwa akan membawa orang-orang Google sebagai mentor di setiap Bootcamp, sama halnya dengan BCA yang akan menghubungkan para startup kepada orang-orang dari dunia keuangan. “Pastikan untuk agresif, aktif dengan mentor BCA, ajukan banyak pertanyaan, dan pastikan mereka melihat ambisi-ambisi kalian” ungkap Nicole.


24Jun2019

Kerry O'Shea (Staffing Lead and Diversity Program Manager at Google), hadir sebagai pembicara dan mentor pertama dalam Bootcamp. Topik utama yang diangkat dalam hari pertama ini merupakan Leader’s Lab Session. Dimana menurut Kerry kepemimpinan merupakan salah satu dari tiga hal utama dalam membangun startup. Kepemimpinan yang tidak baik dapat mengakibatkan dua hal utama membangun startup lainnya akan menurun, seperti membentuk tim dan manajemen produk.


Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam membentuk tim. Dapatkan orang-orang yang memiliki visi dan nilai-nilai yang sama, sehingga akan mudah untuk membangun budaya kerja. “Tapi budaya kerja apapun yang akan dibentuk sesuai kebutuhan masing-masing startup harus memiliki dasar yang solid sehingga tidak bisa dipalsukan atau di-copy yang lain.” jelas Kerry.


Selain itu, Kerry juga membagikan poin-poin penting bagaimana cara kerja Google dalam perekrutan karyawan baru. Untuk lebih praktikal para startup diberi studi kasus untuk saling berdiskusi satu sama lain.


Masih akan ada topik dan kegiatan lain yang dilakukan para startup untuk mengembangkan startup mereka. Bootcamp masih akan diikuti oleh kedelapan startup terpilih, yaitu Kendi, Agenkan, Jari, Bamms, Crowde, Amalan, Bizhare dan IndoGold sampai hari Jumat sebagai fase pertama program akselerasi.