Entrepreneurship di Era Digital Melayani

Passion dan Inovasi adalah kunci entrepreneurship di Era Digital Melayani

Jumat (12/04), SYNRGY Innovation Hub bersama dengan AcaraBaru menyelenggarakan Talkshow: Entrepreneurship di Era Digital Melayani. Acara ini dihadiri empat panelist, yaitu Agnes Natalia (Fore Coffee), Anita Loeki (Mineral Botanica), Andrew Tobing (Crowde) dan Soni Dharmawan (ReCharge Indonesia) yang membahas secara langsung bagaimana membentuk perusahaan teknologi digital dari menemukan ide usaha, permodalan hingga mengembangkan usaha tersebut.


Dipimpin oleh Aji Pratama (CEO, AcaraBaru) sebagai moderator, acara ini diawali dengan presentasi panelist seputar bisnis yang mereka tekuni. Dimulai oleh Agnes Natalia yang menjelaskan bawah Fore Coffee memiliki cara lain untuk menyuguhkan kopi kepada pelanggan, yaitu selain datang ke tempat secara langsung, tapi juga bisa melalui aplikasi dan mendapatkan kopi hanya dalam 30 menit. Setelah itu, Soni Dharmawan juga memberikan penjelasan mengenai Recharge Indonesia sebagai layanan jasa penyewaan power bank pertama di Indonesia. Saat ini sudah terdapat 350 mesin yang tersebar di 200 lokasi baik di Jabodetabek dan Bandung.


Andrew Tobing tidak ketinggalan mempresentasikan CROWDE sebagai startup fintech yang mengupayakan pemberdayaan petani menuju agropreneur dan menjadi platform permodalan untuk menciptakan ekosistem pertanian di Indonesia yang efisien. Berbeda dengan ketiga startup sebelumnya, Mineral Botanica sudah berdiri dari tahun 2014. Sebagai perusahaan kosmetik, Mineral Botanica baru memulai sebagai perusahaan digital pada tahun 2018 lalu.


Dalam membangun usaha pasti selalu ada tantangan yang harus dilalui, seperti adanya kompetitor dan mendapatkan konsumen. Hal ini dirasakan oleh Fore Coffee, Mineral Botanica dan Recharge. Walau memiliki banyak kompetitor tidak membuat mereka berkecil hati, tetapi semakin mau untuk berinovasi. “Kita memiliki ciri khas tersendiri untuk bisa bersaing dengan yang lain” Jelas Agnes Natalia. Sama halnya dengan Mineral Botanica, yang menganggap inovasi menjadi hal yang penting untuk menjalankan usaha. “Untuk membuat konsumen tertarik memakai produk kami, kami berusaha memberi konsep yang unik dan attractive.” tambah Soni Dharmawan.


Berbeda dengan ketiganya, Crowde memiliki tantangan tersendiri. Sebagai startup fintech yang berhubungan langsung dengan para petani, Andrew menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah menghadapi pemikiran petani yang berbeda-beda dan kualitas panen yang akan dihasilkan.

Tiga poin utama untuk membangun sebuah startup

Tidak hanya tantangan, di akhir panel, para panelis juga membagikan tiga poin utama dalam membangun sebuah startup. Pertama adalah produk. Percaya pada produk yang akan diberikan dan lihat produk market yang ada. “Produk itu penting. Love what you do and love what you sell” tutur Anita Loeki. Kedua adalah modal. Mencari investment baik dari internal, yaitu uang sendiri atau eksternal, dengan cara mencari partner. Dan yang terakhir adalah tim. Cari tim dengan orang-orang yang punya visi dan misi sama. “Tim harus orang-orang yang passionate banget, kuat dan juga solid. Karena ini untuk jangka panjang” tutur Soni Dharmawan.